kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Saatnya Optimistis


Selasa, 23 Juni 2020 / 09:37 WIB
Saatnya Optimistis
ILUSTRASI.


Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Bulan Juni tinggal menyisakan waktu sepekan. Banyak pihak harap-harap cemas menanti rilis angka pertumbuhan ekonomi kita selama triwulan kedua 2020. Di pasar modal, kegelisahan tercermin pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang maju-mundur beberapa hari terakhir. Pasti, ekonomi akan melambat, tapi seburuk apa?

Bocoran rapor ekonomi nasional selama kuartal II-2020 sudah disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menkeu menghitung, di kuartal II-2020, konsumsi rumah tangga cenderung melemah atau tumbuh nol persen.

Penyebab stagnasi konsumsi masyarakat, tak lain, adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku sejak Maret hingga awal Juni lalu. Selama PSBB, masyarakat cenderung mengerem belanja. Apalagi, sebagian masyarakat juga terkena pemangkasan gaji.

Anda tentu mahfum bahwa konsumsi rumah tangga ibarat mesin utama perekonomian kita. Persisnya, pada 2019 lalu, pengeluaran rumah tangga menyumbang hampir 57% pada angka Produk Domestik Bruto (PDB). Porsi ini jauh lebih besar ketimbang investasi dan konsumsi pemerintah yang masing-masing menyumbang 32% dan 9% pada PDB. Jadi, tak perlu heran, saat konsumsi rumah tangga stangan, ekonomi juga akan mandek. Asal tahu saja, saat ekonomi tumbuh 5,02% tahun lalu, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04%.

Kemungkinan besar, setelah mendengar pengumuman pemerintah nanti, pelaku bisnis maupun investor akan cenderung lesu (gloomy). Tapi, jika berpikir logis, seharusnya kita tak berlama-lama pasang muka muram. Bukankah setelah mencapai dasar tinggal ada satu kemungkinan: naik?

Mesti diingat, laporan pertumbuhan ekonomi menyampaikan data historis. Masa lalu. Tiba saatnya kita menatap masa depan. Setelah periode ekonomi terburuk di kuartal II, bisa dipastikan kondisi ekonomi di kuartal III dan triwulan terakhir akan lebih baik. Tentu, dengan asumsi, status PSBB akan semakin longgar dan tidak justru kembali diperketat.

Kini, cukup berasalan bagi para pebisnis untuk memupuk optimisme dan kembali mengatur strategi untuk menyambut datangnya permintaan. Investor yang tadinya masih ragu-ragu juga bisa mulai membeli instrumen investasi secara bertahap. Tapi, jangan gas pol dulu. Tetap perlu memegang duit tunai sebagai margin pengaman untuk mengantisipasi risiko gejolak sampai akhir tahun.

Penulis : Cipta Wahyana

Managing Editor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×