Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.568
  • SUN94,17 -0,23%
  • EMAS655.000 -0,15%

Saham-saham langganan window dressing

Senin, 05 November 2018 / 14:01 WIB

Saham-saham langganan window dressing

Kinerja saham sejauh ini tampak kurang menggembirakan seperti tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 1,8% month on month (mom) hingga 31 Oktober 2018 dan -8.2% secara year to date (ytd). Sedangkan Indeks LQ-45 merosot lebih dalam lagi hingga 2,4% month to date dan -14.5% secara ytd. Investor pun mulai waswas dan wajar jika lebih berhati-hati menginvestasikan dananya ke saham karena saham di portofolio yang sudah dibeli di harga relatif murah ternyata masih bisa lebih murah lagi dan lagi.

Mungkin saat ini investor sudah berpikir bukan bagaimana meraih cuan di saham, tapi bagaimana meminimalisir kerugian yang diderita. Salah satu momen tum yang bisa berpotensi mengangkat harga saham adalah kemungkinan terulangnya window dressing yang sudah 17 tahun terakhir terjadi di setiap bulan Desember. Dengan kenaikan IHSG rata-rata 4,54% per bulan dan Indeks LQ-45 rata-rata naik 4,90% per bulan.

Perlu saya berikan penekanan di sini, terulangnya window dressing pada Desember selama 17 tahun terakhir maksudnya secara historis tidak pernah sekalipun IHSG atau Indeks LQ-45 menurun. Mudah-mudahan informasi tersebut mulai membesarkan hati atau nyali Anda.

Return terbesar IHSG terjadi di bulan Desember 2003 sebesar 12,12% dan return Indeks LQ-45 tercatat 11,88% yang juga terjadi Desember 2003. Adapun return terendah IHSG terpantau 0,42% dan Indeks LQ-45 0,89% yang keduanya terjadi pada Desember 2013.

Tak hanya Desember saja yang memberikan secercah harapan. November pun bukan bulan jelek untuk berinvestasi. Rata-rata return IHSG selama 17 tahun terakhir di November adalah 0,82% dan Indeks LQ-45 sebesar 0,81% masih lebih tinggi dari hasil investasi obligasi. Namun probabilitas return positif IHSG hanya 7 tahun dari 17 tahun pengamatan menghasilkan profit alias hanya 41% dengan return tertinggi 13.63% dan terendah -5,64%. Sedangkan probabilitas positif return Indeks LQ-45 hanya 47% dengan return tertinggi 14.39% dan yang terburuk -7,53%.

Jika investor berinvestasi selama dua bulan dari akhir Oktober hingga akhir Desember, rata-rata return kumulatif yang didapat dari IHSG sebesar 5,4% dengan return kumulatif terbesar 16,24% dan terjelek -5.24%. Adapun dari return kumulatif Indeks LQ-45 didapat 5,8% dengan raihan tertinggi 18,22% dan terburuk -5.8%. Keuntungan kumulatif bisa mengurangi lebih dari separuh kerugian di IHSG dan sepertiga di Indeks LQ-45 yang diderita sejak awal tahun.

Lalu bagaimana cara mencapai keuntungan dari window dressing? Cara yang paling mudah tentu membeli reksadana indeks LQ45, karena hingga saat ini belum ada reksadana indeks yang meniru IHSG. Ada beberapa nama reksadana yang bisa dipilih, sebaiknya pilih yang tracking error-nya paling kecil alias reksadana yang benar-benar meniru indeks secara penuh (full replication) bukan yang menggunakan metode sampling.

Namun perlu disadari kemungkinan adanya biaya masuk (subscription) dan biaya keluar (redeemption) yang akan mengurangi return akhir investor. Alternatif lain adalah berinvestasi sendiri dengan memilih saham-saham yang secara historis mengalami kenaikan di bulan November dan atau Desember.


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0738 || diagnostic_web = 0.4716

Close [X]
×