kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45788,56   1,37   0.17%
  • EMAS1.011.000 -0,10%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.11%

Salah Siapa

oleh Djumyati Partawidjaya - Redaktur Pelaksana


Senin, 21 September 2020 / 12:24 WIB
Salah Siapa
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan? Kita semua mungkin hanya bisa berusaha, tapi semua rencana bisa saja mendadak bubar jalan. Apalagi rencana-rencana disusun di saat masa pandemi Covid-19.

Beberapa tahun lalu, saya mendengar seorang direksi perusahaan bercerita rencananya menggandeng perusahaan asing untuk menjalankan bisnis baru di Indonesia. Semua jajaran manajemen perusahaan sudah antusias akan menjalankan joint venture baru ini. Chemistry pun terasa sudah klop benar.

Akhirnya mereka sepakat untuk menjalankan joint venture itu dan siap menandatangani semua dokumen legal esok pagi. Mendadak di malam harinya sang calon rekanan meninggal dunia. Rencana yang sudah 99% akan berjalan ini pun mau tidak mau bubar. Di masa pandemi seperti sekarang, maut terasa lebih mudah menjemput nyawa siapa pun. Siapa pun dan benar-benar bisa siapa saja, karena tidak ada orang kebal terhadap penyakit.

Sekarang ini ada begitu banyak korban terjangkit virus korona dari kluster perkantoran. Mungkin karena penelusuran tes lebih efektif dilakukan di perkantoran dibandingkan kompleks perumahan. Puluhan sampai ratusan orang terpapar di kantor-kantor Kementerian yang melakukan tes, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan. Ada puluhan dan ratusan lainnya datang dari kantor KPK, Kejaksaan, Pengadilan, Dinas Kesehatan, atau Walikota. Selain itu, ada puluhan karyawan positif korona di stasiun televisi TVRI, MNC dan Indosiar.

Mungkin beberapa bulan lalu, kita merasa pandemi itu hanya akan membuat perlu menunda rencana-rencana dua atau tiga bulan ke depan. Tapi setelah berjalan hampir sembilan bulan tak ada tanda-tanda pandemik mereda. Kita perlu sabar beberapa bulan lagi sebelum vaksin dan obat Covid-19 bisa ditemukan.

Bagaimana dengan rencana-rencana politik dalam Pilkada Desember mendatang? Siapa yang tahu? Yang pasti beberapa bakal calon kepala daerah terdeteksi positif Covid-19. Ketua Komisi Pemilihan Umum pun terdeteksi positif Covid-19. Walau mungkin mereka akan siap pada waktunya nanti, tapi entah bagaimana protokol untuk mengandangkan bakal calon kepala daerah dan timnya selama masa kampanye atau petugas KPU dan Bawaslu yang terdeteksi positif selama rangkaian proses pemilihan.

Saya yakin Pilkada tidak pernah menjadi klaster Covid-19 baru. Tapi Anda tahu kan kenapa alasannya.

Penulis : Djumyati Partawidjaya

Redaktur Pelaksana


Tag

TERBARU

[X]
×