kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Stamina Ekonomi

oleh Titis Nurdiana - Managing Editor


Selasa, 10 Maret 2020 / 15:09 WIB
Stamina Ekonomi
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Maria Ignatia Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Stamina ekonomi tengah menghadapi ujian superberat. Masalah datang bertubi-tubi, tanpa helaan napas. Belum kelar masalah perang dagang dua raksasa ekonomi dunia Amerika Serikat vs China, ekonomi terhantam sebaran masif virus korona (Covid-19).

Sejak kasus pertama virus korona 8 Desember 2019 lalu, virus ini cepat menyebar ke banyak negara. Dunia juga dibikin keder sekaligus khawatir. Selain hingga kini belum ada obatnya, virus ini mengancam jantung ekonomi: yakni perlambatan ekonomi di seluruh dunia.

Indonesia jelas tak bisa dan tak boleh kehilangan sense of crisis dengan mengabaikan bahaya korona. Apalagi secara gegebah berani mengatakan tak ada warga kita yang terjangkit virus ini. Berani sesumbar bahwa kita memiliki alat paling mutakhir untuk mendeteksi ini. Nyatanya, kita kemudian dibungkam dengan fakta kita tak imun korona.

Bahkan bukan mustahil, jumlah yang terjangkit lebih banyak ketimbang kasus 1,2, 3,4,5, 6 sampai 19 yang diumumkan. Segeralah membuat mitigasi risiko yang komplet untuk menangkal serangan korona.

Kondisi saat ini mengkhawatirkan, kalau tak mau disebut gawat. Pasalnya, saat bersamaan, hantaman lain juga datang. Yakni anjloknya harga minyak mentah dunia.

Penurunan harga minyak mentah dipicu 'perang' Rusia dan Arab Saudi lantaran Rusia menolak memangkas produksi minyak yang diusulkan oleh OPEC. Pemangkasan produksi untuk menstabilkan pasar minyak yang dilanda kekhawatiran atas penyebaran global virus korona.

Dus, dampaknya luar biasa. Pasar saham langsung bereaksi dengan penurunan tajam di banyak negara. Mereka cemas dengan 'stamina ekonomi' ke depan. Rancangan stimulus disiapkan untuk menjaga stamina ekonomi masing-masing negara. Europian Central Bank (ECB) berpotensi memangkas suku bunga dalam minggu. Pun dengan The Fed yang diprediksi juga akan memangkas lagi suku bunga, selain pemerintah AS berencana mengguyur stimulus untuk menjaga stamina ekonomi Amerika Serikat.

Bagaimana dengan Indonesia? Stamina ekonomi kita jelas tak imun. Aneka stimulus memang sudah dirancang, meski belum 100% berjalan. Seperti biasa, bendahara negara, Menteri Keuangan Sri Mulyani bilang, masih menghitung efeknya. Yang pasti, efek psikologi diakui Menkeu sudah nampak di pasar saham. Aneka pemberat ekonomi kini tengah menghantam stamina ekonomi kita. Seberapa kuat daya tahan kita?

Penulis : Titis Nurdiana

Managing Editor

 




Close [X]
×