kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.945
  • EMAS704.000 -1,40%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Strategi sukses pembangunan wilayah


Senin, 24 Juni 2019 / 10:01 WIB

Strategi sukses pembangunan wilayah

Tantangan utama dalam pembangunan Indonesia saat ini sebagai negara kepulauan adalah ketepatan strategi dan terobosan yang bisa dilakukan di setiap daerah. Keanekaragaman alam dan budaya di negara ini, selain menjadi anugerah juga jadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.

Infrastruktur seringkali dipandang sebagai tantangan utama pembangunan suatu wilayah. Di negara kepulauan, keterbatasan dukungan infrastruktur di suatu wilayah menjadi penyebab dari ketertinggalan pembangunan ekonomi. Keterbatasan sumber daya alam juga sering dianggap sebagai penyebab pembangunan ekonomi di suatu kawasan tertinggal. Padahal, kekayaan sumber daya alam seringkali menjadi kutukan bagi suatu negara/wilayah.

Kita perlu melihat lagi sejarah dari kasus perebutan pulau di Nusantara pada abad ke-17. Saat itu, komoditas dari tanaman, seperti lada, pala, jahe, dan lain-lain, merupakan unggulan di pasar internasional. Maka, daerah-daerah penghasil tanaman tersebut diperebutkan oleh negara-negara Eropa, mulai Inggris, Portugal, Spanyol, Prancis, hingga Belanda.

Lada, pala, jahe, dan lain-lain menjadi komoditas yang memiliki nilai sangat tinggi hingga melebihi harga emas. Belum berkembangnya teknologi perkebunan, pengolahan, hingga distribusi kala itu membuat harga komoditas tersebut menjadi sangat mahal.

Sulitnya mengakses pulau-pulau di Nusantara menjadikan perdagangan komoditas tersebut bergeser sebagai penguasaan wilayah produsen rempah-rempah. Jalur rempah-rempah pun terbangun, dan berkembang menjadi bisnis eksklusif dan sangat menguntungkan ketika itu.

Berbagai negara mencoba menguasai jalur rempah-rempah tersebut. Saat itu, Inggris berupaya menguasai salah satu pulau di Kepulauan Banda Neira, yaitu Pulau Run. Buku berjudul Nathaniel Nutmeg karya Giles Milton menyebutkan, Pulau Run yang berjarak sepuluh mil ke arah Barat Neira dan dikelilingi karang-karang berbahaya merupakan pulau yang dipenuhi hutan pala yang lebat. Panen tahunannya cukup untuk memenuhi satu armada kapal pengangkut.

Pala memiliki harga yang luar biasa saat itu. Harga beli komoditas ini di Pulau Run hanya 1 penny per 5 kilogram (kg). Sementara harga jualnya di pasar London mencapai 2,10 per 5 kg. Artinya, kenaikan harga jual pala dibanding harga belinya mencapai 60.000 kali lipat!

Upaya Inggris menguasai Pulau Run tidak kunjung berhasil, karena kondisi laut di kepulauan Neira yang sangat ganas dan kegagalan perang dengan Belanda sebagai penguasa pulau tersebut. Inggris pun mencoba menyiasati dengan merebut wilayah kekuasaan Belanda di Amerika Utara yang bernama Niewe Amsterdam. Tujuannya untuk menukar wilayah tersebut dengan Pulau Run. Inggris mengharapkan penguasaan terhadap Pulau Run melalui negosiasi pertukaran dengan wilayah Niewe Amsterdam.

Upaya tersebut tidak berhasil. Belanda tetap menguasai Pulau Run, dan Inggris berkuasa atas Niewe Amsterdam yang ditetapkan melalui Treaty of Breda pada 31 Juli 1667. Nama wilayah tersebut kemudian diganti oleh Inggris menjadi New York hingga saat ini.

Kesuksesan pembangunan New York dan Pulau Run bisa dilihat di masa sekarang. New York tumbuh menjadi pusat ekonomi keuangan global. Sementara saat ini bahkan hanya sedikit orang Indonesia yang tahu mengenai sejarah dan letak Pulau Run.


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0427 || diagnostic_web = 0.3302

Close [X]
×