kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Suku bunga dan valuasi ekuitas


Kamis, 16 Mei 2019 / 12:30 WIB
Suku bunga dan valuasi ekuitas

Reporter: Harian Kontan | Editor: Tri Adi

Sepanjang 2018, suku bunga Bank Indonesia (BI) bertahap naik dari 4,25% menjadi 6% dan bertahan hingga sekarang. Tak ayal, pasar saham kehilangan uang Rp 28,89 triliun secara tahunan, bahkan sempat kehilangan Rp 540,65 triliun kuartal II-2018.

Pada prinsipnya, nilai ekuitas sangat bergantung pada imbal hasil yang ditawarkan pada instrumen investasi lain. Suku bunga bank sentral menjadi acuan bagi imbal hasil investasi portofolio di suatu negara. Ketika bank sentral mengetatkan suku bunga, imbal hasil investasi portofolio selain ekuitas jadi lebih menarik. Pada akhirnya, pelaku pasar memilih menarik dana dari pasar ekuitas

Asing membukukan net sell di pasar saham sebesar Rp 50,7 Triliun sepanjang 2018. Net sell asing tercatat dimulai sejak tahun 2013, periode di mana The Fed mulai memberikan sinyal pengetatan kebijakan moneternya yang berdampak pada taper tantrum di emerging economies, tak terkecuali Indonesia.

Pada 2013, asing mencatatkan net sell Rp 20,6 Triliun. Net sell berlanjut 2015 menjadi Rp 22,6 triliun ketika suku bunga The Fed mulai merangkak naik dan harga komoditas anjlok yang akhirnya berimbas pada pertumbuhan PDB merosot ke bawah 5%.



TERBARU

[X]
×