kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,71   -11,32   -1.32%
  • EMAS943.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.29%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Tangkal Tsunami Covid

oleh Ardian Taufik Gesuri - Pemimpin Redaksi


Selasa, 27 April 2021 / 12:13 WIB
Tangkal Tsunami Covid
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Kejadian di India benar-benar mengkhawatirkan. Jumlah positif Covid-19, yang semula sudah melandai, tiba-tiba bagaikan tsunami menggelombang tinggi dan melesat cepat. Hingga, ratusan ribu orang terjangkit positif korona dan ribuan jiwa melayang per harinya, setelah mereka berkerumun di acara keagamaan dan pawai politik.

Kejadian di negara padat penduduk itu patut jadi perhatian masyarakat dan negara kita. India yang begitu tegas dan keras di awal pandemi korona melakukan lockdown, tapi ternyata tidak mempertahankan konsistensinya dalam masa pandemi yang panjang. India yang memproduksi vaksin AstraZeneca, dan kemudian melakukan embargo ekspor karena kepentingan vaksinasi di negaranya sendiri, membuat kelabakan banyak negara. Termasuk Indonesia, yang sangat membutuhkan pasokan vaksin Covid-19.

Di Indonesia sendiri, yang sudah menggelar vaksinasi sejak pertengahan Januari lalu, memang sudah turun dari puncak penularan korona. Tapi kini angka positif masih berkisar 4.0006.000-an. Yang meninggal juga masih tinggi, ratusan jiwa per hari. Masih rawan akan terjadinya gelombang kedua Covid-19. Vaksinasi pun baru mencapai 5% dari target vaksin 181,5 juta orang.

Jelas protokol kesehatan harus diperketat dan vaksinasi dipercepat agar jangan sampai penularan korona melesat jadi puncak baru.

Maka kita hargai langkah Satgas Covid-19 memperpanjang masa berlakunya pengetatan mudik Lebaran tahun ini, mulai 22 April hingga 24 Mei 2021. Tapi yang lebih penting memang pengawasan dan penegakan beleid tersebut di lapangan, harus tegas. Jangan sampai memberi celah orang untuk melanggar pengetatan dan larangan mudik tersebut.

Sayang bila keputusan Satgas Covid-19 tak segera diikuti aturan pelaksanaan dari instansi teknis. Yang berlaku tetap saja aturan lama, ada pengecualian-pengecualian, dan longgar. Nah, inilah yang terjadi saat ini. Maka yang banyak diharapkan adalah beleid PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) terus ditegakkan di banyak daerah, termasuk daerah tujuan mudik.

Pebisnis transportasi, perhotelan, restoran, hingga pariwisata jelas akan kehilangan lagi masa panen raya yang sudah hilang pada tahun lalu. Tapi mau tak mau ini keputusan yang harus diambil demi keselamatan rakyat. Maka mereka harus memaksimalkan upaya menarik pengunjung dari wilayah setempat.

Semua harus mendukung upaya mencegah penularan Covid-19, agar tidak seperti kejadian di India.

Penulis : Ardian Taufik Gesuri

Pemimpin Redaksi




TERBARU

[X]
×