kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.340
  • EMAS679.000 -0,29%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Tantangan mencapai target inflasi

Kamis, 31 Januari 2019 / 11:34 WIB

Tantangan mencapai target inflasi

Pergerakan harga umum merupakan satu dari beberapa indikator krusial bagi perekonomian sebuah negara. Saat tendensi kenaikan terjadi, maka akan memicu inflasi. Jika kondisi yang sebaliknya, maka disebut dengan deflasi.

Tentu, ada dampak yang berbeda saat ekonomi tersengat inflasi maupun deflasi. Bagi negara-negara berkembang, fenomena pergerakan harga lebih mengarah pada inflasi. Hal ini berbeda dengan negara-negara maju, yang bermasalah pada deflasi, seperti di Jepang.

Pemerintah dan bank sentral di negara-negara berkembang berupaya menjaga agar inflasi rendah dan stabil. Dengan demikian, ekonomi beroperasi efisien. Agen-agen di perekonomian pun akan mendapatkan manfaat dari efisiensi tersebut.

Pada bagian produsen, biaya produksi menjadi lebih murah, sehingga harga produk yang dihasilkan dapat bersaing baik di dalam maupun di luar negeri.

Sedangkan bagi konsumen, menikmati efisiensi tersebut melalui stabilitas harga kebutuhan sehari-hari. Inflasi tinggi menyebabkan konsumsi semakin mahal, sehingga pengeluaran semakin boros. Saat inflasi rendah, belanja pemerintah lebih terkelola dengan baik.

Artinya, regulator memiliki ruang lebih luas untuk meningkatkan alokasi ke belanja lain. Efisiensi juga terasa di sektor pembiayaan ketika inflasi bergerak lebih rendah dan stabil. Suku bunga dapat ditekan lebih rendah, karena nilai riil dari dana deposan relatif stabil. Muaranya terlihat dari peningkatan realisasi kredit perbankan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.

Ada beberapa faktor penentu inflasi, baik dari sisi penawaran (cost push inflation) maupun permintaan (demand pull inflation). Bank Indonesia (BI) (2018) menjelaskan beberapa faktor yang memengaruhi inflasi dari sisi penawaran, antara lain;

Pertama, depresiasi nilai tukar.Kedua, pengaruh inflasi eksternal, khususnya negara-negara mitra dagang. Ketiga, kenaikan harga barang yang diatur pemerintah (administered price).

Keempat, terganggunya jumlah barang karena faktor distribusi. Sementara itu, penyebab inflasi sisi permintaan karena tidak seimbangnya permintaan dan penawaran barang dan jasa.

Selain faktor permintaan dan penawaran, penggerakan kenaikan harga umum adalah ekspektasi. Ekspektasi inflasi cenderung adaptif (forward looking), sehingga berperan dalam pembentukan harga baru (meskipun faktor permintaan dan penawaran relatif terjaga).

Situasi tersebut terjadi saat momen-momen konsumsi tinggi seperti puasa, hari raya, maupun tahun baru. Momen lainnya bisa dilihat dari intervensi pemerintah di bidang harga.

Misalnya, pada 2018 pemerintah sempat menaikkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan langsung dibatalkan. Sedikit banyak harga-harga barang maupun jasa meningkat, karena ekspektasi masyarakat sudah mengarah pada kenaikan harga.

Pada publikasi ke publik, Badan Pusat Statistik (BPS) menyajikan inflasi kelompok pengeluaran (dari kelompok bahan makanan, hingga kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan). Lembaga tersebut juga menyajikan data disagregasi inflasi.

Disagregasi inflasi dibagi menjadi dua yaitu inflasi inti (core inflation) dan noninti. BI (2018) menjelaskan inflasi inti merupakan inflasi yang cenderung tetap (persistent component) dan bersumber dari faktor fundamental.

Untuk mengukur faktor nonfundamental, BPS menyusun inflasi noninti. Inflasi noninti terdiri dari inflasi bergejolak (volatile food) dan inflasi harga yang diatur pemerintah (administered prices).

Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi Indonesia cenderung menurun. Pada era 2000-an, inflasi bergerak di atas 5 % dan menipis pada periode 2010-an. Akan tetapi, kejutan-kejutan inflasi jamak terjadi. Sumber kejutan tersebut didominasi faktor global berupa kenaikan harga minyak dunia.


Reporter: Tri Adi
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0599 || diagnostic_web = 0.2954

Close [X]
×