kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.889
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Tidak ada swastanisasi dalam proyek strategis

Senin, 14 Mei 2018 / 14:40 WIB

Tidak ada swastanisasi dalam proyek strategis



Evaluasi pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) sudah rampung. Hasilnya, pemerintah mengeluarkan 14 proyek infrastruktur senilai total Rp 264 triliun dari daftar PSN.

Dengan begitu, tersisa 222 proyek dan tiga program dalam daftar. Tapi, baru puluhan proyek saja yang rampung pembangunannya hingga tahun lalu. Bagaimana nasib sisa proyek dan program?

Pemerintah sudah menyelesaikan evaluasi pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo mengatakan, evaluasi itu merupakan kewajiban rutin yang harus pemerintah lakukan.

Ini untuk melihat perkembangan pelaksanaan proyek, apakah sesuai harapan atau tidak. Berangkat dari hasil evaluasi rutin itu, pemerintah akhirnya mencoret 14 proyek dari daftar PSN. Kenapa? Lalu, bagaimana strategi pemerintah menyelesaikan pembangunan proyek yang tersisa?

Wartawan Tabloid KONTAN Lamgiat Siringoringo mewawancarai Wahyu yang juga Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Perekonomian, Selasa (24/4) lalu. Berikut nukilannya:

KONTAN: Apa yang menjadi alasan utama dari pencoretan 14 proyek dari daftar?
WAHYU:
Ada beberapa kriteria proyek yang bisa masuk dalam daftar PSN, yaitu kriteria dasar, strategis, operasional, dan dukungan yang jelas.

Kriteria dasar dan strategis mencakup kesesuaian proyek dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Selain itu, proyek juga harus memiliki nilai strategis dan berdampak bagi perekonomian, kesejahteraan sosial, dan kedaulatan nasional.

Untuk kriteria operasional dan championing, konstruksi proyek itu harus sudah mulai dikerjakan paling lambat sebelum kuartal ketiga tahun 2019, atau setidaknya mencapai financial close sebelum kuartal III-2019 untuk proyek dengan skema kerjasama pemerintah badan usaha (KPBU). Proyek-proyek ini yang dicoret, konstruksinya tidak bisa dimulai sebelum kuartal III-2019.

KONTAN: Memang, apa masalahnya sehingga konstruksi proyek itu tidak bisa berjalan mulai kuartal III-2019?
WAHYU:
Misalnya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Merauke yang dikeluarkan dari daftar PSN. Proyek itu harus ada perbaikan lagi untuk masterplan-nya.

Kemudian, tanah yang dipakai sebagai sumber pangan yang akan diolah di KEK Merauke juga belum siap. Hitung-hitungannya, KEK ini tidak mungkin dimulai di kuartal ketiga tahun depan.

Lalu untuk proyek mass rapid transit (MRT) koridor Timur–Barat, sekarang lagi dibuat kajiannya, belum selesai. Termasuk juga masih dicari untuk dana pinjamannya, meski sekarang sudah diproses. Besaran loan-nya, kan, menunggu kajian. Oleh karena itu, konstruksinya pun tidak bisa dimulai di kuartal ketiga 2019.

Lalu, proyek Bandara Sebatik di Kalimantan Utara. Sebenarnya, jaraknya dekat dengan Bandara Nunukan. Dari demand yang ada, masih bisa dilayani di Bandara Nunukan. Makanya, teman-teman di Kementerian Perhubungan melihatnya belum perlu dibangun Bandara Sebatik untuk saat ini.

KONTAN: Tapi, semua proyek ini tetap dibangun?
WAHYU:
Masih akan dibangun. Namun, kami melihat, tidak harus mulai konstruksinya di kuartal III-2019. Makanya, kami keluarkan dari daftar.

KONTAN: MRT koridor Timur–Barat yang dicoret tidak akan mengganggu proyek MRT koridor Utara–Selatan?
WAHYU:
Tidak mengganggu. Yang koridor Utara–Selatan tetap akan berjalan.

KONTAN: Tapi, apakah proyek MRT koridor Timur–Barat bisa berjalan di 2019?
WAHYU:
Belum bisa. Studinya saja baru bisa selesai di 2019. Setelah itu baru berjalan proses pendanaan dan lainnya.

KONTAN: Perkembangan proyek yang masih dalam daftar PSN bagaimana?
WAHYU:
Untuk yang selesai pembangunannya di 2016 ada 20 proyek. Lalu, yang kelar konstruksinya pada 2017 sebanyak 10 proyek. Jadi, total yang sudah rampung ada 30 proyek.

Kami perkirakan, ada tambahan proyek yang selesai di 2018 sebanyak 13 proyek. Kemudian di 2019 ada 25 proyek lagi yang selesai. Jadi secara kumulatif, ada 68 proyek yang selesai sampai 2019 mendatang.

Di kuartal III-2019, kami memperkirakan, ada 94 proyek, satu program ketenagalistrikan, dan satu program pemerataan ekonomi yang mulai konstruksi dan beberapa beroperasi.

Lalu, sebanyak 87 proyek dan industri pesawat yang masuk dalam konstruksi, tapi belum beroperasi. Dan, ada tiga proyek lagi diharapkan dalam tahap akhir transaksi dan bisa mulai konstruksi di kuartal III-2019.


TERBARU
MARKET
IHSG
-12,62
5.869,60
-0.21%
 
US/IDR
14.893
0,19
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×