kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,71   -11,32   -1.32%
  • EMAS943.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.29%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Tidak Belanja Online

oleh Hendrika Y. - Managing Editor


Selasa, 04 Mei 2021 / 09:05 WIB
Tidak Belanja Online
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Video kerumunan orang berbelanja, yang disebut diambil dari kawasan Tanah Abang, jadi viral akhir pekan kemarin. Sebenarnya, wajar saja jika pusat penjualan baju seperti Tanah Abang, ramai pembeli menjelang Lebaran. Masalahnya, kejadian ini berlangsung di tengah pandemi korona, yang belum teratasi.

Jika dilihat dari video, para pengunjung pasar rata-rata memang memakai masker. Artinya, mereka berusaha menjalankan protokol kesehatan. Hanya saja, dalam ruangan yang terbatas, sangat mustahil menerapkan aturan jaga jarak. Apalagi, mereka berduyun-duyun dalam ruang tertutup yang minim ventilasi.

Gara-gara video yang viral, para pemangku jabatan lantas melakukan tindakan. Satpol PP kembali terjun menertibkan pengunjung pasar. Berbagai upaya diterapkan, seperti rencana buka tutup pasar jika kapasitasnya sudah penuh.

Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk belanja online saja.

Gayung bersambut, Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) menggelar pesta belanja online, sehubungan dengan Hari Bangga Buatan Indonesia (14 Mei). idEA mematok target perolehan Rp 5,6 triliun selama program berlangsung, yang entah kapan berakhir. idEA berkaca dari omzet Harbolnas tahun 2020, yang mencapai Rp 11,6 triliun, naik dibanding tahun 2019 (Rp 9,1 triliun). Lagipula, jumlah pedagang e-commerce juga berlipat. Kalau tahun lalu pada awal pandemi ada 2 juta pedagang, Maret lalu, tercatat sekitar 4,8 juta pedagang online di Indonesia.

Continuum Data Indonesia juga merilis riset yang menunjukkan tren belanja online naik tiga kali lipat pada awal bulan puasa. Dari 1,2 juta pembicaraan online awal Ramadhan, 26% ngobrol baju lebaran.

Nah, jika animo pembelanja online sudah meningkat, mengapa Pasar Tanah Abang masih penuh sesak?

Mudah saja, karena masyarakat kita gemar berbelanja. Selain itu, bisa jadi mereka yang menyesaki Tanah Abang tidak berbelanja online. Ketua Koperasi Pedagang Pasar Tanah Abang, dikutip media, menyebutkan pasar penuh karena ada larangan mudik mulai 6 Mei dan pembayaran THR akhir pekan lalu. Alhasil, orang buru-buru belanja sebelum penerapan larangan mudik. Kalau belanja online setelah THR dibayarkan, bisa jadi, mereka khawatir barang belum sampai saat sudah harus mudik.

Melihat fenomena ini, kita boleh beranggapan pasar belanja online di Indonesia masih sangat luas dan bisa digarap.

Penulis : Hendika Y.

Managing Editor




TERBARU

[X]
×