kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,14   -3,74   -0.39%
  • EMAS956.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -1.46%
  • RD.CAMPURAN -0.55%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Tidak Patuh

oleh Harris Hadinata - Redaktur Pelaksana


Jumat, 08 Januari 2021 / 13:06 WIB
Tidak Patuh
ILUSTRASI.


Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Seorang analis sempat berkisah mengenai penerapan situasi kenormalan baru di tempat tinggalnya. Menurut dia, awalnya tidak banyak orang yang dengan sadar menggunakan masker saat bersosialisasi dengan tetangga.

Sampai suatu hari, salah seorang warga di lingkungan tersebut dinyatakan positif Covid-19, bahkan dijemput langsung oleh Satgas Covid-19. Barulah kemudian warga-warga di lingkungan tersebut patuh memakai masker dan menjaga jarak.

Situasi tersebut mungkin terjadi di banyak daerah. Tingkat kepatuhan masyarakat yang terhitung rendah masih menjadi penghambat utama bagi upaya memutus rantai penyebaran virus korona di dalam negeri. Jadi, wajar saja kalau kasus positif Covid-19 terus naik.

Kemarin, Satgas Covid-19 mengumumkan kasus positif Covid-19 bertambah 9.321 kasus dalam sehari. Ini adalah rekor tertinggi penambahan kasus positif secara harian.

Dalam beberapa waktu terakhir, sangat terlihat tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan masih rendah. Di libur akhir tahun lalu, tempat-tempat wisata berjubel. Jumlah orang bepergian juga tinggi.

Menilik data Satgas Covid-19, dari hasil pemantauan kepatuhan penerapan protokol kesehatan, rata-rata kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan cenderung turun sejak akhir Oktober.

Di pekan tanggal 25 Oktober, tingkat kepatuhan masyarakat memakai masker mencapai 84,32%. Sementara kepatuhan masyarakat menjaga jarak mencapai 67,78%.

Sementara, di pekan yang berakhir tanggal 3 Januari, tingkat kepatuhan masyarakat memakai masker cuma 55,20%. Sedang orang yang patuh menjaga jarak cuma 39,51% dari total orang yang dipantau, yaitu 15,39 juta orang di pekan tersebut.

Jumlah itu sudah naik sedikit ketimbang pekan sebelumnya. Di pekan sebelumnya, cuma 53,51% orang yang patuh memakai masker dan 39,29% yang patuh menjaga jarak.

Pelanggaran kepatuhan tertinggi terutama terjadi di wilayah pemukiman. Di pekan yang berakhir 3 Januari, cuma 16,6% orang yang terpantau patuh menjaga jarak di wilayah pemukiman. Sementara yang patuh memakai masker cuma sekitar 23,3%.

Lantaran tingkat kepatuhan masyarakat masih rendah, berapa kali pun rem darurat ditarik, rantai penyebaran Covid-19 akan sulit diputus. Kalau sosialisasi dan teguran tidak efektif meningkatkan kepatuhan masyarakat, upaya hukum mungkin bisa dipertimbangkan.

Penulis : Harris Hadinata

Redaktur Pelaksana




TERBARU

[X]
×