kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Tugas Berat

oleh Cipta Wahyana - Managing Editor


Kamis, 05 Maret 2020 / 13:29 WIB
Tugas Berat
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Maria Ignatia Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Sungguh berat tugas pemerintahan Jokowi dalam mendorong ekonomi tahun ini. Memasuki awal 2020, persoalan datang bertubi-tubi. Dampak perang dagang Amerika China belum sirna, ekonomi kita terseret cuaca ekstrem dan banjir besar. Kini, pemerintah harus menghadapi dampak penyebaran virus korona (COVID-19) yang telah mulai masuk pekarangan.

Para mengamat mengingatkan, dampak negatif wabah korona yang bersumber di China bisa menular ke perekonomian kita melalui dua jalur, yaitu sisi permintaan dan penawaran. Di sisi permintaan, sektor pariwisata sudah pasti akan terpukul. Maklum, mayoritas orang takut melakukan perjalanan dengan angkutan massal seperti pesawat atau berkumpul bersama banyak orang.

Di sisi lain, tentu, para ekspotir yang menjual produk ke China atau negara-negara lain juga mulai menghadapi penurunan permintaan. Selain karena perdagangan global melambat, khusus di China, banyak aktivitas ekonomi juga tak bisa berjalan. Asal tahu saja, China menyerap sekitar 17% ekspor negeri kita.

Sementara, dari sisi penawaran, stagnasi kegiatan ekonomi Tiongkok menganggu rantai pasok bagi pedagang maupun manufaktur di dalam negeri. Tak perlu kaget jika banyak pedagang online gelisah karena tak yakin bisa memperoleh pasokan baru setelah persediaan mereka habis dalam satu atau dua bulan mendatang. Para produsen yang memakai bahan baku asal China juga pusing tujuh keliling. Jangan heran, bahkan banyak merek pewarna makanan diimpor dari dari China sana.

Pemerintah sendiri mencanangkan insentif bernilai sekitar Rp 10 triliun. Untuk penopang daya beli, misalnya, pemerintah menyiapkan program kartu sembako, diskon ongkos perjalanan, serta insentif bagi maskapai dan agen perjalanan. Di luar itu, rencana penundaan pembayaran pajak penghasilan bisa sekaligus mengatasi persoalan daya beli maupun memperpanjang nafas para pengusaha (sisi penawaran).

Apakah insentif itu cukup? Tak ada yang tahu karena tak ada yang bisa memastikan berapa lama COVID-19 ini bisa teratasi. Namun, tak bisa ditawar, pemerintah harus mampu menanggulangi penyebaran virus korona di Indonesia dengan praktik-praktik terbaik. Manajemen informasi juga mesti apik. Sebab, di luar virusnya sendiri, dampak ketakutan (fear) yang ditimbulkan oleh informasi yang simpang-siur justru lebih berbahaya. Dan, jika tak terkendali, pasti akan menimbulkan gangguan ekonomi.

Penulis : Cipta Wahyana

Managing Editor




Close [X]
×