kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.945
  • EMAS704.000 -1,40%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Tujuan investasi pengelola dana


Senin, 08 Juli 2019 / 09:55 WIB

Tujuan investasi pengelola dana

 

Di tengah rasa waswas pelaku pasar menghadapi berbagai sentimen negatif yang mempengaruhi pasar modal, seperti perkembangan negosiasi perang dagang AS dan China hingga perlambatan ekonomi dunia, ada kabar baik bagi pasar modal dalam negeri. Indonesia menjadi salah satu tempat tujuan investasi favorit pemodal asing. Yay!

Hal ini terungkap dari survei yang dilakukan oleh Bloomberg terhadap 42 pengelola dana alias fund manager global. Hasil survei tersebut menunjukkan, para pengelola dana meyakini pasar modal di negara-negara emerging market bakal melesat tahun ini.

Perinciannya, 60% pengelola dana yang disurvei yakin kurs mata uang emerging market akan bangkit di semester dua ini. Lalu, 61% pengelola dana yakin pasar saham emerging market akan bangkit.

Untuk pasar obligasi, jumlah pengelola dana yang optimistis lebih besar. Ada 68% pengelola dana yang yakin pasar obligasi emerging market akan bangkit di semester dua.

Yang menarik, hasil survei juga menunjukkan Indonesia merupakan salah satu tujuan investasi pilihan para pengelola dana. Indonesia merupakan negara tujuan investasi obligasi nomor satu bagi pemodal asing. Di urutan kedua, ada Rusia.

Di pasar mata uang, Indonesia juga menjadi salah satu negara tujuan favorit dan menempati posisi kedua. Posisi Indonesia tidak berubah dibanding survei sebelumnya. Di pasar mata uang, Rusia menempati posisi pertama, naik tiga peringkat dibandingkan posisi di survei sebelumnya.

Sementara di pasar saham, para pemodal memfavoritkan China dan Brasil sebagai tujuan investasi. Sedangkan negara emerging market yang paling dihindari adalah Turki dan Argentina. Indonesia berada di posisi keempat, setelah India.

Artinya, Indonesia masih masuk dalam posisi lima besar negara tujuan investasi para pemodal asing, baik untuk investasi saham, obligasi maupun valas. Para pengelola dana juga masih memandang positif prospek ekonomi Indonesia, meski Bank Dunia baru saja kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini jadi 5,1%.

Namun, besarnya minat pemodal asing terhadap pasar Indonesia juga perlu diwaspadai. Ada potensi dana panas atawa hot money yang masuk besar. Bila dana panas tersebut kemudian keluar bersamaan, kurs rupiah bisa goyah. Padahal, saat ini rupiah masih menjadi hantu yang juga mengganggu outlook ekonomi dalam negeri.♦

Harris Hadinata


Reporter: Harris Hadinata
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 0.0603 || diagnostic_web = 0.3289

Close [X]
×