kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45681,39   9,25   1.38%
  • EMAS917.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Upaya menggaet crazy rich tourism


Selasa, 16 Oktober 2018 / 13:54 WIB
Upaya menggaet crazy rich tourism

Reporter: Tri Adi | Editor: Tri Adi

Siapa yang tidak tahu film Crazy Rich Asians? Film drama berlatar Singapura ini terbilang sukses mencuri perhatian jutaan penikmat film bioskop Tanah Air. Menariknya, ada satu fenomena unik pasca demam film ini melanda. Konon generasi milenial berkantong tebal berbondong-bondong berlibur ke Negeri Singa hanya untuk mencitrakan diri mereka sebagai bagian dari kelompok crazy rich (kaya raya).

Harus diakui, Singapura telah menjelma menjadi salah satu destinasi wisata favorit turis kelas menengah atas asal Indonesia. Di tengah problematika defisit transaksi berjalan, pemerintah tentu berharap turis domestik lebih memilih destinasi wisata dalam negeri. Di sisi lain, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia harus dipacu sebanyak mungkin.

Hingga Agustus 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis total kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 10,58 juta. Dalam beberapa tahun terakhir, kunjungan wisman ke Indonesia didominasi oleh pelancong asal Tiongkok, Singapura, Malaysia dan Timor Leste. Kolaborasi keempat negara tersebut menyumbang sekitar 40% dari total kunjungan wisman. Dengan tren pertumbuhan yang konsisten dua digit setiap tahun, pemerintah menargetkan total kunjungan wisman sebanyak 17 juta pada tahun 2018 dan 20 juta pada tahun 2019.

Selain jumlah kunjungan, tantangan lain yang dihadapi pemerintah ialah meningkatkan nominal belanja dan memperpanjang waktu tinggal wisman. Fakta menunjukkan banyaknya kunjungan wisman ke suatu destinasi wisata belum tentu berpengaruh signifikan terhadap roda ekonomi masyarakat lokal. Hal ini disinyalir karena wisman yang datang tergolong turis berdaya beli rendah.

Kementerian Pariwisata mencatat rata-rata belanja wisman sekali kunjungan sebesar US$ 1.100 per orang. Jumlah kunjungan wisman negara barat memang tidak sebanyak negara Asia. Namun secara ekonomi, total belanja wisman Eropa dan Amerika mampu mencapai US$ 2.500 per orang. Kondisi ini sejalan dengan kajian Bank Indonesia. Wisman asal Amerika Serikat merupakan turis dengan pengeluaran harian tertinggi sebesar US$ 188,1. Sedangkan wisman asal Singapura menduduki peringkat terendah dengan pengeluaran harian sebesar US$ 90,82.

Melihat komposisi wisman yang masih didominasi turis Asia, praktis pekerjaan rumah pemerintah ke depan menggaet kunjungan crazy rich tourist asing dalam jumlah masif ke Indonesia.



TERBARU

[X]
×