Close
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.900
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Urgensi hilirisasi mineral pertambangan

Jumat, 19 Januari 2018 / 15:45 WIB

Urgensi hilirisasi mineral pertambangan



Perlu pemberian insentif

Bagi Indonesia, hilirisasi industri pertambangan mineral tambang menjadi keharusan. Sudah cukup lama ekspor Indonesia tergantung pada komoditas primer. Pada titik ini, percepatan pembangunan smelter untuk menfasilitasi pengolahan dan pemurnian bahan tambang menjadi isu yang sangat strategis. Dengan proses pengolahan mineral mentah menjadi mineral olahan di dalam negeri, maka proses industrialisasi Indonesia selangkah lebih maju.

Masalahnya, sarana infrastruktur dan pasokan listrik yang belum memadai masih menjadi salah satu kendala utama dalam pembangunan smelter. Para investor pun harus merogoh kocek lebih dalam terlebih dahulu untuk membangun smelter karena smelter merupakan industri yang padat energi dan padat modal. Belum lagi kebijakan pemerintah yang terkesan masih maju mundur.

Akibatnya, nasib pembangunan smelter terbilang agak mandek. Bahkan, sejumlah industri smelter terancam gulung tikar.

Namun, program hilirisasi mineral tambang seharusnya tidak berhenti pada pembangunan smelter saja. Hilirisasi mineral tambang juga ditandai dengan terserapnya produk smelter dalam negeri oleh industri pengolahan nonmigas dalam negeri.

Dengan demikian, pembangunan smelter perlu dibarengi dengan pembangunan industri hilir berbasis mineral logam seperti industri logam dasar untuk mengolah lebih lanjut produk smelter tersebut. Tanpa adanya industri manufaktur berbasis mineral logam tersebut, maka hilirisasi mineral tambang tetap tidak akan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, di tengah harga komoditas dan iklim investasi mineral tambang yang belum sepenuhnya pulih, pemerintah perlu memberikan insentif bagi perusahaan yang serius dan konsisten membangun smelter. Pada saat yang sama, pemerintah pun diminta untuk tidak maju mundur dengan mengeluarkan kebijakan yang justru bisa memperlambat percepatan hilirisasi industri minerba tersebut.

Di luar itu, pemerintah melalui  Badan Usaha Milik Negara atau BUMN perlu mendorong pengembangan industri logam dasar di Tanah Air. Jika dilakukan secara konsisten, proses industrialisasi kita akan jauh lebih matang sehingga memberikan efek pengganda  atau multiplier effect yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Harapannya adalah, perekonomian nasional nantinya sudah bisa terhindar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) pada tahun 2030 mendatang.


TERBARU
MARKET
IHSG
-7,92
5.874,30
-0.13%
 
US/IDR
14.893
0,19
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

×