kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Cukai rokok, Executive Committee GIMMI: Ini jadi double shocks bagi industri


Senin, 11 Februari 2019 / 18:02 WIB
Cukai rokok, Executive Committee GIMMI: Ini jadi double shocks bagi industri

Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Mesti Sinaga

KONTAN.CO.ID -  Tidak ada kata pesta bagi industri minuman beralkohol atau minol tahun depan. Pebisnis minol harus menenggak aturan baru yakni kenaikan cukai sebesar 15% untuk minol golongan A atau kadar etil alkohol sampai 5%.

Apa keputusan ini sudah tepat? Bagaimana dampaknya bagi industri minuman beralkohol?

Bambang Britono, Executive Committee Grup Industri Minuman Malt Indonesia (GIMMI) menyampaikannya kepada wartawan Tabloid KONTAN, Nina Dwiantika. Berikut nukilannya:

KONTAN: Apakah keputusan pemerintah soal penyesuaian cukai minol ini sudah tepat?
BAMBANG:
Menurut kami waktu (timing) kebijakan kenaikan tarif cukai untuk minol golongan A saat ini sangat tidak tepat.

Seperti diketahui tren kontribusi pembayaran cukai minuman yang mengandung etil alkohol golongan A untuk industri bir domestik, sejak tahun 2015–2018 mengalami penurunan kurang lebih 6%.

Artinya, volume penjualan bir terus turun sejak pemerintah menerapkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6/M-DAG/PER/1/2015 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol.

Dengan kata lain, melalui aturan ini, pemerintah membatasi peredaran dan distribusi minol di minimarket.

Sebaliknya, minuman beralkohol untuk golongan B dan C mengalami tren peningkatan pada pembayaran cukai minuman beralkohol. Artinya, volume penjualan tetap tumbuh tetapi tarif cukai tidak naik.

Jadi kami bingung dan tidak paham apa latar belakang kebijakan tersebut. Biasanya, cukai sebagai instrumen fiskal diterapkan untuk mengendalikan tren pertumbuhan.

(Baca juga: Mengapa pemerintah menaikkan cukai?  Cukai rokok, Direktur Teknis dan Fasilitas Bea Cukai: Waktunya menaikkan cukai

Pasar bir domestik belum pulih dari dampak Permendag No. 6/2015 tersebut, lalu ditambah beban kenaikan cukai ini. Akibatnya, industri bir domestik dapat efek kejut kedua, double shocks, yang akan berdampak kepada permintaan.

Padahal pencanangan kebijakan sektor pariwisata untuk menciptakan 10 Bali Baru jadi momentum untuk pertumbuhan industri bir domestik yang akan memberi multiplier efek pada pertumbuhan ekonomi.

Sebab, industri bir domestik ada investasi pabrik dan memperkerjakan tenaga kerja di seluruh mata rantai bisnis.

KONTAN: Apakah kebijakan cukai ini akan menekan bisnis bir dalam negeri?
 




TERBARU

Close [X]
×