Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.185
  • SUN95,68 0,05%
  • EMAS667.500 0,15%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Kuseryansyah, Ketua Harian Aftech: Polri juga bisa tangkap pemilik tekfin ilegal

Senin, 04 Maret 2019 / 15:28 WIB

Kuseryansyah, Ketua Harian Aftech: Polri juga bisa tangkap pemilik tekfin ilegal

KONTAN.CO.ID -  Citra perusahaan tekfin alias fintech yang sudah mengantongi izin OJK ikut tercoreng tindak tanduk fintech ilegal.

Padahal, industri tekfin sedang naik daun di Indonesia. Banyak orang terbantu dengan keberadaan tekfin, khususnya yang menyelenggarakan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi alias peer to peer (P2P).

Seberapa besar dampak tekfin ilegal ke industri? Apa upaya asosiasi untuk tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat? Ketua Harian Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Kuseryansyah menjelakannya ke Wartawan Tabloid KONTAN Ragil Nugroho, Kamis (10/1).
Berikut nukilannya:

KONTAN: Polisi menangkap karyawan tekfin ilegal. Apa dampaknya ke industri?
KUSERYANSYAH:
Justru, saya melihat ini positif. Memang, sempat ada kekhawatiran dari sebagian investor atau semacam traumatik konsumenz namun penindakan hukum di negeri kita mulai berjalan.

Kami mendukung upaya yang Polri lakukan, karena selama ini memang meresahkan masyarakat. Namun harapan kami, Polri bisa melacak dan menangkap direktur dan pemiliknya, bukan hanya level karyawan.

KONTAN: Masalahnya, kebanyakan dari mereka kan, tidak ada di Indonesia?
KUSERYANSYAH:
Iya, itu masalah bersama kita. Tapi, kalau mau serius, bisa saja Polri bekerjasama dengan Interpol. Yang jelas, minimal sekarang selain ada penindakan, Satgas Waspada Investasi serta Kementerian Komunikasi dan Informatika tetap konsisten menutup situs-situs tekfin ilegal. Terakhir, data yang sampai ke kami, mereka sudah menutup sekitar 500-an website.

Apa yang dilakukan pemerintah? Baca juga:  Tongam L. Tobing, Ketua Satgas Investasi: Tekfin lakukan pidana, kami lapor polisi

KONTAN: Mengapa kebanyakan perusahaan tekfin ilegal berasal dari China?
KUSERYANSYAH:
Di China, pertumbuhan tekfin memang sudah lebih dulu pesat. Kemudian karena booming, mulai terjadi banyak penipuan, sehingga otoritas di China mulai membatasi.

Mereka pun mencari pasar lain seperti Indonesia. Di sini, mereka menemukan ceruk pasar yang sangat besar. Di tambah, kebanyakan masyarakat kita awam soal tekfin. Sehingga, mereka melihat pasar kita sangat menarik.

KONTAN: Bagaimana dengan tekfin yang legal, kan, juga ada laporan mereka melakukan penagihan dengan cara-cara tidak etis?
KUSERYANSYAH:
Kalau dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) sudah ada beberapa laporan. Tetapi, mereka belum bersedia menyebutkan nama-nama tekfin tersebut.

KONTAN: Kalau memang ada anggota asosiasi yang melanggar, apa sanksinya?
KUSERYANSYAH:
Tergantung tingkat pelanggaran. Tapi secara umum, pertama-tama kami beri peringatan dulu. Lalu setelah itu, melewati sidang dewan etik, mereka bisa kami cabut keanggotaannya.


Reporter: Ragil Nugroho
Editor: Mesti Sinaga
Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0560 || diagnostic_web = 0.4615

Close [X]
×